Breaking News! Jemaah Haji Asal Garut Ditemukan Meninggal Saat Hendak Dibangunkan Solat Subuh

oleh -861 Dilihat

Jasad jemaah haji asal Garut yang meninggal dunia di Mekkah. (Foto: Pemda Garut)

Arab Saudi – Seorang jemaah haji asal Garut bernama Hj. Mimih meninggal dunia di Arab Saudi. Beliau meninggal dunia karena mengalami sakit.

Kabar meninggalnya seorang jemaah haji asal Garut bernama Mimih itu, dibenarkan oleh Bupati Garut Rudy Gunawan dalam keterangan tertulisnya, seperti dirilis oleh Humas Pemda Garut pada Jumat, 30 Juni 2023 sore.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Jemaah haji atas nama Ny. Hj. Mimih , 67 th, dari Sukaregang, wafat sekitar jam.03.45. Semoga almarhumah Husnul khatimah,” ungkap Rudy dalam keterangannya.

Mimih diketahui merupakan seorang jemaah haji dari kloter 69 dan 70 yang diberangkatkan dari Garut pada tanggal 20 Juni 2023 lalu. Mimih merupakan seorang nenek berusia 67 tahun, asal Sukaregang, Kecamatan Garut Kota.

Rudy menjelaskan, dirinya mendapatkan informasi meninggalnya Mimih, melalui laporan langsung yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani yang ikut dalam rombongan haji asal Garut tahun 2023 ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata Rudy, Mimih meninggal dunia karena sakit. “Dengan diagnosa jantung dan diabetes. Almarhumah sudah kita rujuk ke rumah sakit, tapi semalam ingin tetap pulang ke tenda Mina,” katanya.

Sementara Kadinkes Garut Leli Yuliani mengatakan, sejak diberangkatkan dari Garut pada tanggal 20 Juni 2023 lalu, Mimih terpantau dalam kondisi yang lemas. Namun, ketika ditanya oleh tim kesehatan, dirinya mengaku tak merasakan keluhan kesehatan. Akhirnya Mimih diinfus dan kondisinya membaik.

Setelah itu, kata Leli, Mimih juga dicek kesehatannya dan diingatkan untuk senantiasa meminum obat yang dibekali. Kemudian pada tanggal 29 Juni 2023 kemarin, kaki Mimih diketahui mengalami pembengkakan.

“Awalnya sempat menolak untuk dirujuk. Tapi, setelah dibujuk, beberapa lama akhirnya bersedia untuk dibawa ke Pos Kesehatan Mina. Setelah diperiksa, tensinya 100/60 dan masih bisa makan dan minum,” ungkap Leli.

Mimih kemudian sempat hendak dibawa ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah. Tetapi, kata Leli, beliau menolak untuk dilakukan apapun, kecuali infus dan ingin segera dibawa ke tenda lagi.

Leli mengatakan, pada Jumat, 30 Juni 2023 pagi, sekitar 03.45 waktu setempat, Mimih akan dibangunkan untuk melaksanakan solat subuh. Namun, Mimih diketahui sudah tidak bergerak. Petugas kemudian mengecek kondisinya dan menemukan nadi dan nafasnya tidak ada.

“Selanjutnya dilakukan resusitasi jantung paru (RJP). Hingga pada akhirnya sekitar pukul 04.00, nadi tidak teraba dan nafas tidak ada. Saturasi oksigen tidak terdeteksi, dan pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Leli.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.