Bukit Bintang Dari Garut, Karacak Valey Jadi Destinasi Favorit Liburan

oleh -821 Dilihat

Bukit Bintang, Karacak Valey Margawati Garut

GARURUPDATE.CO.ID, GARUT – “Bukit Bintang” dari Garut. Sebutan itu nampaknya sangat cocok untuk objek wisata baru di Kabupaten Garut. Karacak Valley namanya yang terletak di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Di lokasi tersebut, para pengunjung bisa menikmati suasana hutan pinus.

Pemandangan Garut pun akan sangat jelas terlihat. Apalagi jika dilihat dari Puncak Dogar (Domba Garut) yang jaraknya tak terlalu jauh dari pintu masuk. Untuk mencapai Karacak Valley, jalur yang digunakan yakni melalui Jalan Bratayudha dan masuk ke Jalan Margawati.

Lokasinya memang berada di Kecamatan Garut Kota. Namun jarak tempuhnya dari pusat kota menuju lokasi sekitar 20 menit. Rasa takjub akan tergambar manakala pengunjung tiba di lokasi.

Dengan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu bagi dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak, pengunjung akan dimanjakan suasana yang indah.

Salah satunya Regina (23) yang datang bersama temannya Yuli (23), mengaku jika lokasi tersebut sedang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama instagram. Regina yang berasal dari Bandung menyebut jika Karacak Valley sangat pantas untuk dikunjungi.

“Bagus di sini bisa lihat pemandangan Garut. Cocok banget untuk selfie juga. Buat foto prewedding juga bagus kok,” kata Regina, Minggu (1/9/2019).

Selain bisa menikmati pemandangan, lanjut Regina, ia juga mengunjungi Curug (air terjun) Karacak. Pengelolaan objek wisata tersebut diakui Regina sudah sangat baik. Apalagi sudah terdapat beberapa rest area di sepanjang perjalanan menuju curug.

“Toiletnya juga sudah memadai. Hanya masih kurang banyak. Tapi saya lihat lagi dibangun fasilitas yang lainnya,” ucapnya.

Manajer Operasional Karacak Valley, Yusuf Mukhlis, mengatakan jika objek wisata tersebut baru dibuka selama enam bulan. Kawasan Perhutani itu kini dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jayamandiri. Luas lahan Karacak yakni 92,8 hektare.

Namun yang baru diuji coba untuk pengelolaan wisata seluas 10 hektare. Meski baru dibuka, Yusuf mengaku jika sudah banyak wisatawan yang berkunjung.

“Paling banyak sampai 1.000 pengunjung kalau weekend. Tapi hari biasa paling 300an,” katanya.

Untuk mencapai curug yang berjarak sekitar satu kilometer, tambah Yusuf, diperlukan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Saat ini debit air curug memang sedang kecil karena memasuki musim kemarau.

Namun pihaknya akan membangun embung-embung agar debit air bisa lebih besar. Selain curug, pihaknya juga menawarkan lokasi selfie di Puncak Dogar dan camping ground.

Rencananya, lanjut Yusuf, akan dibangun juga tempat outbond mini, kedai kopi, dan taman bunga.

“Kalau mau kemping dikenakan biaya Rp 15 ribu per malam. Kami juga sediakan penyewaan tenda. Di sini itu masih habitat monyet dan lutung jadi masih asri. Apalagi juga ada kebun kopi dan anggrek,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.