Ceritakan Kelamnya Situasi Di Wamena, Yang Di YouTube Itu Banar

oleh -836 Dilihat

Kondisi pengungsian warga Garut di Jayapura (foto ist)

GARUTUPDATE.CO.ID, GARUT – Sarif (30) warga Kampung Cimanggah Desa Banjasari Kecamatan Bayongbong Garut, menceritakan kelamnya kerusuhan di Wamena Papua bebrapa waktu yang lalu.

dikutip dari laman garutplus.co.id, Menurut Sarip apa yang ada di media sosial salah satunya YouTube benar adanya. Kerusuhan dan kekerasan terjadi nyata saat ia berada di Wamena bersama rekan yang lain.

“Situasi di Wamena sangat parah, pokoknya parah. Liat yang ada di YouTube itu benar nyata terjadi bukan omongan kosonga belaka,” kata Sarip saat dihubungi RMOLJabar, Senin (7/10).

Menurutnya kekerasan yang terjadi di Wamena benar-benar terjadi. Situasi kerusuhan antara pribumi dan pendatang nyata terjadi saat terjadi kerusuhan.

Kerusuhan yang terjadi di Wamena kata Sarip berawal dari Surabaya Jawa Timur. Lalu meluas ke Papua dan puncaknya yang ia rasakan di Wamena Papua.

“Awlnya dari Jawa Timur, meluas hingga ke Wamena,” ucapnya.

Ia akhirnya bisa mendapatkan pesawata menuju Jayapura setelah dua hari bertahan di bandara. Ribuan orang berdesakan demi bisa masuk ke pesawat. Sarif menyebut, kondisi di Wamena sudah tak kondusif.

“Sebelum kerusuhan pecah, saya mau kerja. Sudah siap-siap sama teman mau keliling. Di sini saya kerja pasang wallpaper sama ngecat rumah. Pokoknya ke interior rumah lah,” ujar Sarif.

Sarip juga menceritaakan bahwa dirinya bisa selamat dari kerusuhan kerena ia bersama temannya yang lain mengungsi ke Kodim setempat.

Sarif pun Hampir dua minggu menjadi pengungsi di Papua. Ia bersama 17 rekannya yang berasal dari Garut kini mengungsi di Dinas Sosial Jayapura.

Kini, Sarif dan 17 orang lainnya yang berasal dari Garut serta warga asal Jabar lainnya menunggu kepastian untuk bisa kembali pulang. Ia mengaku sudah tak ingin tinggal di Papua dengan kondisis saat ini.

“Sudah benar-benar kacau di sini kondisinya. Warga pendatang banyak yang jadi korban. Teman saya asal Sukabumi kena bacok warga sini (Wamena). Beruntung masih selamat,” katanya.

Rencananya, menurut Sarif ia akan kembali ke Pulau Jawa pada Selasa (8/10/2019). Namun belum ada kepastian karena tiket pesawat belum didapat.

“Ada dari orang paguyuban Sunda sama Pemprov Jabar yang bantu. Buat makan alhamdulillah ada. Tinggal nunggu tiket pulang saja,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.