Daun Jati dan Daun Pisang sebagai Alternatif Pembungkus Daging Kurban

oleh -927 Dilihat

Warga Dusun Kauman, Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban pada hari raya Idul Adha 1438H, Jumat (1/9/2017). (Foto KOMPAS.com)

GARUTUPDATE.CO.ID, NASIONAL – Sebentar lagi umat muslim akan berjumpa kembali dengan salah satu momen paling bersejarah, momen yang mengisahkan tentang ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Dilansir dari laman kompasiana.com. Sebuah peristiwa yang menggambarkan tingginya iman seorang manusia yang mampu mengalahkan besarnya kecintaan terhadap apapun. Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS, menerima dengan penuh keikhlasan apa yang dititahkan Sang Pencipta kepadanya.

Wujud nyata ketaatan ini Allah SWT abadikan dalam ritual ibadah yang disebut kurban. Ibadah yang hingga saat ini terus diperingati umat Islam seluruh dunia setiap tanggal 10 Dzhulhijjah.

Saat kita mengingat tentang ibadah haji, kita merayakan hari raya Idhul Adha. Menjelang peringatan momen ini, masyarakat di negara kita khususnya para peternak ramai menjajakan kambing peliharaannya, sapi, atau kerbau untuk dijual sebagai hewan kurban. 

Masjid-masjid ramai menerima kiriman hewan kurban untuk disembelih saat tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah nanti.  Orang-orang yang diberi kemampuan finansial cukup ada yang menyisihkan untuk membeli kambing, sebagian yang lain membeli sapi. 

Namun bagi mereka yang hidupnya serba pas-pasan juga tetap memiliki kesempatan yang sama untuk ikut menikmati daging kurban. Bagaimanapun juga, hari raya Idul Adha atau biasa kita kenal dengan lebarankurban adalah momen untuk berbagi kebahagiaan kepada semua orang. 

Saat itulah orang-orang yang biasanya hanya menyantap makanan ala kadarnya bisa merasakan hidangan mewah seperti daging. Bahkan dalam beberapa kesempatan ada yang mengadakan acara bagi-bagi daging kurban dengan atrian yang cukup panjang.

Di balik fenomena lebaran kurban ini, ada satu hal yang tidak bisa dikesampingkan, yaitu persebaran kantong plastik yang dipakai untuk membungkus daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat. 

Sehingga dalam perayaan Idhul Adha ini selain menyimpan kebahagiaan juga menimbulkan kekhawatiran terkait menumpuknya sampah plastik yang mengganggu lingkungan. 

Seiring semakin galaknya perhatian publik terhadap aspek lingkungan, wacana-wacana untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pun terus mengemuka. 

Bahkan terkait dengan urusan kurban ini gencar digaungkan agar tidak dilakukan pembagian daging kurban menggunakan kantong plastik. 

SELANJUTNYA 

Hal ini sebenarnya selaras dengan semangat dari Islam itu sendiri yang mempunyai konsep untuk mencintai alam sekitar sebagai sesama makhluk Allah SWT.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menyikapi hal ini terkait pembagian dagingkurban agar tidak menggunakan kantong plastik? 

Pernahkah kita bertanya tentang bagaimana orang-orang terdahulu merayakan dan membagi daging kurban saat Idul Adha? Perlu kita ingat bahwa lebaran kurban sudah ada sejak sebelum kantong plastik beredar di masyarakat. 

Dahulu, untuk membagi-bagi makanan masyarakat kita cukup dengan mempergunakan daun-daunan seperti daun pisang, daun jati, dan sebagainya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.