Geliat Batik Garutan di Tengah Gempuran ‘Batik Cina’

oleh -970 Dilihat

Kristi membuat batik tulis Garutan. (Foto: Garut Update)

Garut Kota – Para perajin batik Garutan tetap eksis di tengah zaman mutakhir yang kini merubah tatanan masyarakat. Mereka tetap istiqomah, di tengah gempuran ‘batik Cina’ yang kini jadi primadona di pasar nasional.

Salah satunya, adalah Kristi. Seorang perajin Batik Garutan asal Ciledug, Kecamatan Garut Kota. Dijumpai wartawan di sela-sela kesibukannya mengikuti pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan PNM, Kristi sempat berbagi kisahnya.

Kepada wartawan, Kristi mengaku jika batik tulis Garutan buatannya, kini tak seramai zaman dahulu. Bahkan, katanya, saat ini Kristi sekadar bisa menjual 4 hingga 5 helai kain batik buatannya.

“Itu pun yang beli 2 di antaranya adalah pelanggan tetap. Penurunannya drastis lah,” kata Kristi.

Para pembeli batik tulis Garutan buatan Kristi, adalah mereka yang telah membelinya sejak lama. Meskipun ada satu-dua pembeli baru, yang terpikat indahnya kain batik buatan Kristi. Rata-rata para pembeli, berasal dari kota-kota besar di Indonesia.

“Ada dari Jakarta dan Tangerang. Yang beli itu yang mengerti. Banyak di antara keluarga yang mengerti, mengedukasi anaknya. Sehingga pembeliannya turun-temurun,” ungkap Kristi.

Menurut Kristi, hal ini terjadi, usai gempuran ‘Batik Cina’ yang kini merajai pasar batik nasional. Batik Cina, adalah sebutan bagi kain tiruan batik yang diproduksi dengan metode printing. Biasanya, batik jenis ini diproduksi di negara Cina, hingga akhirnya disebut Batik Cina.

Gempuran Batik Cina ini, sangat membuat resah para perajin batik tulis, seperti Kristi. Bagaimana tidak, Batik Garut dijual dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang batik tulis. 

“Harganya sangat jauh. Kalau batik tulisan harganya di atas satu juta,” katanya.

Meskipun kini usahanya lesu gara-gara digempur produk tiruan, tapi Kristi mengaku akan tetap bertahan. Sebab, selain jalan mencari cuan, menjadi perajin batik juga adalah jalan hidup yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.