Imunisasi Polio Untuk Bayi Dimulai April di Garut

oleh -949 Dilihat

Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut segera menggelar Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Program yang menyasar balita berusia 0-59 bulan ini, akan dimulai bulan April 2023.

“Tentu ini bukan merupakan hal yang sulit. Ini adalah gerakan yang bisa dilakukan secara organik, tetapi dilakukan secara serentak dan juga dukungan dari berbagai pihak,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, melalui siaran pers, Kamis 30 Maret, 2023.

Rudy menyatakan sudah memerintahkan camat lurah hingga kepala desa dan kepala puskesmas untuk mendorong pos imunisasi dalam upaya pencegahan penyakit polio ini. Program vaksin polio, akan dilaksanakan mulai bulan April 2023.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Maskut Farid, tahun ini tidak ada kasus polio di Kabupaten Garut. Ia mengatakan, kasus polio di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) baru ditemukan di Kabupaten Purwakarta.

“Saat ini polio di Garut tidak ada,” ucap Maskut.

Namun, karena ada satu kasus polio di Jabar, pemerintah pusat menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) tingkat provinsi. Karena itu, pemerintah daerah di Jabar diminta melaksanakan Sub-PIN Polio.

Maskut mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pelaksanaan Sub-PIN Polio di Kabupaten Garut. Ia memastikan vaksin polio yang akan diberikan kepada balita itu aman. “Ini karena produksi baru, teknologi baru, insyaallah, vaksinnya lebih aman,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, imunisasi polio disebut akan dilakukan dua putaran. Yakni pertama pada periode 3-11 April 2023 dan periode kedua pada 15-22 Mei 2023.

Maskut mengatakan, imunisasi ini penting untuk pencegahan penularan polio. Menurut dia, polio pada anak dapat menyebabkan kelumpuhan. Karenanya, ia meminta masyarakat mengajak anak balitanya untuk mendapat imunisasi polio.

“Mohon masyarakat bisa membawa bayinya untuk divaksin di posyandu atau pos PIN yang sudah disiapkan di desa. Ini untuk mencegah terjadinya polio pada balita yang ada di Kabupaten Garut. Karena kalau kita lalai, anak lumpuh, kita akan merasa bersalah tidak melakukan vaksinasi,” ujar Maskut.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.