Jangan Dibuang, Minyak Jelantah Bisa Dibuat Sabun Sama Biodisel

oleh -1203 Dilihat

Ketua Yayasaan Paragita Gita Noorwardhani memperlihatakan proses pembuatan minyak jelantah menjadi sabun cuci dan biodisel (foto ist)

GARUTUPDATE.CO.ID, GARUT – Masyarakat terutama ibu rumah tangga sudah tidak sangat sering kali bersentuhan dengan minyak goreng, sisa minyak goreng ini yang disebut jelantah sering kali dibuang begitu saja oleh para ibu rumah tangga. Tapi taukah anda kalau minyak jelantah bisa menjadi sabun dan biodisel?

Solusi dari pelarangan penggunaan minyak jelantah ternyata  bukan dengan cara membuangnya karena dengan membuangnya minyak jelantah dapat menimbulkan masalah barubagi lingkungan. Membuang minyak jelantah dapat menyumbat saluran air dan menjadi polusi bagi lingkungan.

Ialah Komunita Peduli Lingkungan Hidup Paragita yang menginisiasi pembuatan minyak jelantah yang diolah kembali menjadi sabun dan biodisel. Ditemui di rumahnya Ketua Yayasan Paragita Gita Noorwardhani mengatakan bahwa dengan satu gerakan kecil masyarakat bisa mengolah limbah rumah tangga menjadi hal yang digunakan kembali dan bermanfaat.

”Masyarakat terutama ibu rumah tangga sudah tidak asing dengan minyak jelantah, biasanya suka langusng dibuang tuh. Sekarang lakukan sedikit sentuhan lalu bisa kembali dimanfaatkan,” katanya saat ditemui di rumahnya di Keluarahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (22/7/2019)

Minyak jelantah sendiri bisa dimanfaatkan kembali menjadi sabun cuci piring dan pakaian dengan dibuat melalui proses saponifikasi atau lemak minyak dengan larutan alkali, yang kemudian menjadi sabun cuci.

“Minyak jelantah ini bisa kita gunakan sebagai bahan sabun cuci piring, sabun cuci pakaian juga,” katanya.

Sementara untuk Biodiesel sebagian besar produksi biodiesel berasal dari feedstock (bahan baku) minyak kelapa sawit. Dibandingkan minyak sawit, minyak jelantah yang digunakan sebagai feedstock memiliki keunggulan utama mengubah waste menjadi produk yang mempunyai nilai guna. Secara holistic, kelebihan utama memproduksi biodiesel menggunakan feedstock minyak jelantah

“Tentu sangat bermanfaat terhadap pelestarian lingkungan, mengembangkan renewable energy (Energi terbarukan), prosentase pengurangan emisi CO2 nya paling tinggi, mencapai 86% dibandingkan dengan solar biasa,” katanya

“Tentu yang pasti harga feedstock yang sangat murah, dibandingkan dengan minyak sawit, harga minyak jelantah jauh lebih murah. Ketersediaan feedstock yang berkelimpahan,” lanjutnya.

Proses reaksi pembentukan minyak jelantah menjadi biodiesel adalah reeaksi trans-estrifikasi.

Gita menegaskan hal ini tentu saja dalam upaya menyelamatkan lingkungan berkaitan dengan limbah, ada 3 meode, Reduce mengurangi Reuse menggunakan kembali, dalam metode ini tidak mungkin dilakukan utk menangani limbah minyak jelantah menginat efek negative yang ditimbulkan seperti seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Dan yang terakhir adalah metode Recycle, yaitu dengan mengolah kembali minyak jelantah menjadi barang yang tetap memiliki nilai ekonomi, yaitu merubahnya menjadi bentuk sabun dan biodiesel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.