Kemarau Makin Menjadi, Masyarakat Garut Diminta Antisipasi Penyakit

oleh -960 Dilihat

Kadiskes Garut Leli Yuliani. (Foto: Pemkab Garut)

Tarogong Kidul – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut meminta agar masyarakat mengantisipasi penyebaran penyakit, di tengah musim kemarau yang makin menjadi. Ada beberapa penyakit yang kerap muncul di musim kemarau.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Kepala Diskes Garut Leli Yuliani, kepada wartawan, pada Jumat, 15 September 2023 kemarin. Leli mengatakan, saat ini jumlah warga Garut yang mengalami sakit masih tergolong normal. Beberapa kasus penyakit, seperti DBD, bahkan mengalami penurunan.

Namun disampaikan Leli, pada musim kemarau ini ada sejumlah penyakit yang patut diwaspadai dan kini mulai menyerang warga. Jenis penyakit yang patut diwaspadai yakni yang disebabkan faktor cuaca di antaranya ISPA, pencernaan, dan penyakit kulit.

“Belum ada peningkatan kasus penyakit yang luar biasa di Garut selama musim kemarau ini. Namun memang ada sejumlah penyakit yang patut diwaspadai yang lebih diakibatkan faktor cuaca seperti ISPA, pencernaan, dan kulit”, katanya.

Leli mengatakan, pada musim kemarau ini, banyak daerah yang sudah terdampak kekurangan air. Akibatnya penggunaan air menjadi sangat terbatas sehingga tingkat higienitasnya agak kurang.

Menyikapi terjadinya peningkatan sejumlah jenis penyakit akibat faktor cuaca pada musim kemarau ini, imbuh Leli, Dinas Kesehatan Garut pun telah mengambil langkah-langkah. Salah satunya kian mengintensifkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.

Masyarakat, imbuh Leli, diminta untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari serangan penyakit. Caranya, dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kekebalan tubuh dengan asupan makanan bergizi.

“Jaga kebersihan lingkungan serta perkuat imun tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup. Musim kemarau seperti ini memang rentan terhadap penyebaran penyakit yang lebih disebabkan faktor cuaca”, katanya.

Leli juga menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu berkomunikasi dengan petugas kesehatan. Untuk saat ini komunikasi akan lebih mudah karena banyak petugas yang diturunkan ke lapangan.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.