Kementan Bakal Bangun Pabrik Pengolahan Porang di Garut

oleh -970 Dilihat

Penanaman porang di Kecamatan Singajaya, Garut. (Foto: Garut Update)

Singajaya РKementerian Pertanian bakal membangun pabrik pengolahan porang di Kabupaten Garut. Hal itu dilakukan untuk membantu meningkatkan perekonomian petani, khususnya di wilayah pelosok kota dodol.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Indah Megawati mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membantu pengembangan budidaya porang di kawasan Singajaya.

Salah satu dukungan yang akan diberikan oleh Kementan RI terhadap para petani porang, adalah dengan mendirikan pabrik pengolahannya di kawasan Kecamatan Singajaya.

“Kita akan bangun pabrik pengelolaan beras Porang di sini, untuk lebih meningkatkan petani porang,” ungkap Indah kepada wartawan, Sabtu, 24 Juni 2023.

Kendati demikian, Indah berharap agar produksi porang di Kabupaten Garut harus lebih banyak lagi. “Saya minta produksi porangnya harus besar dan tadi saya mendengar langsung bahwa produksi porang di sini bisa mencapai 10 ribu ton. Ini jumlah yang cukup banyak,” ucap Indah.

Indah mengatakan, pihaknya saat ini memiliki anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk program KUR pertanian. Untuk bisa mendapatkan sokongan dana dari Kementan RI ini pun, tidak sulit.

Para petani porang di wilayah Singajaya sendiri saat ini tengah giat dalam melakukan budidaya. Mereka menilai, jika porang punya potensi yang sangat besar untuk dijadikan tanaman andalan. Apalagi, saat ini pemerintah menjadikannya sebagai salah satu komoditas prioritas.

Di Kecamatan Singajaya sendiri, porang masif dibudidayakan. Saat ini, para petani di Singajaya bisa menghasilkan 10 ribu ton porang untuk dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Porang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.

Pembina Petani Singajaya, Iwan Budiman menyebut, selama ini para petani kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, peran petani sangat besar dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pemerintah seharusnya mendukung secara serius pengembangan pertanian di daerah, karena bisa mencegah urbanisasi juga. Warga desa tidak perlu pergi ke kota kalau pertanian bisa berkembang dengan baik,” katanya.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.