Kisah Sujiati: Dari Karyawan Pabrik Sepatu Melejit Jadi Bos Kulit Bersama PNM Mekaar

oleh -1089 Dilihat

Aksi Sujiati, eks karyawan pabrik yang kini sukses jadi bos kulit. (Foto: PNM Mekaar)

Garut – Kisah inspiratif datang dari seorang perempuan bernama Sujiati. Berawal dari karyawan pabrik sepatu, kini sukses menjadi bos kerajinan kulit di melalui program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

Kisah Sujiati ini, berlangsung di daerah tempat tinggalnya, yakni di Sidoarjo, Jawa Timur. Sujiati diketahui merupakan seorang perempuan yang berprofesi sebagai karyawan, di salah satu pabrik sepatu yang ada di sana.

Namun, dengan tekad yang bulat, Sujiati kemudian memutuskan untuk meninggalkan profesi, yang telah belasan tahun dijalani. Dia, kemudian memulai usaha baru, yakni merintis usaha di bidang kerajinan kulit.

“Saya mulai usaha dengan hasil tabungan selama bekerja,” katanya.

Bisnis yang dilakoni itu, perlahan mulai membuahkan hasil. Meskipun tak mudah karena dinamika perdagangan yang pasang-surut, tapi dengan tekad yang kuat, Sujiati tetap pada pendiriannya.

Sedikit demi sedikit, bisnis yang dijalani mulai melesat naik. Pada tahun 2020, gara-gara pandemi COVID-19, sejumlah rekannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di pabrik tempat bekerjanya dulu. Sontak, nalurinya yang kini menjadi pebisnis, kemudian merangkul mereka, untuk kembali bekerja dengannya.

Tak hanya sekadar mengajak sekitar 25 orang temannya yang nganggur, untuk punya usaha lagi. Sujiati bahkan putar otak agar mereka bisa mendapatkan modal, untuk menjalankan usaha tersebut.

Program PNM Mekaar, akhirnya dipilih sebagai pegangan. Mereka kemudian mengajukan pinjaman yang mudah, ke PNM Mekaar. Sujiati memboyong kelompok yang berisi 25 orang rekannya untuk mendapatkan modal di PNM.

“Mengajukan pinjaman di Mekaar ini mudah dan merasa sangat terbantu oleh Account Officer (AO). Ini alasan utama saya gabung Mekaar dan ajak teman-teman,” katanya.

Kini, Sujiati dan kawan-kawannya makin melesat dengan usaha baru di bidang kerajinan kulit itu. Mereka bahkan kini bisa mengambil bahan baku dari luar daerah, salah satunya Kabupaten Garut. Sujiati dan rekan-rekannya telah membuktikan, mereka bisa bangkit dari keterpurukan lewat PNM Mekaar.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.