Kronologis Sekeluarga Nyasar Masuk Kebun Teh Saat Perjalanan Wisata ke Kawah Papandayan Garut

oleh -143 Dilihat

Satu diantara beberapa kejadian pengguna aplikasi petunjuk arah yang nyasar juga terjadi pada satu keluarga asal Tangerang Selatan.

Percaya diri menggunakan aplikasi petunjuk arah, satu keluarga ini malah masuk ke kawasan hutan dan perkebunan teh.

Tribunjogja.com melansir Kompas.com, maksud hati mencari petunjuk arah pakai aplikasi peta digital, wisatawan asal Tanggerang Selatan, Novian dan keluarga tersesat di perkebunan teh.

Tepatnya di wilayah kaki Gunung Papandayan, yakni di blok Perkebunan Tibet perbatasan Kabupaten Garut dan Kampung Papandayan, Desa Neglawangi, Jumat (07/06/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa ini berawal saat Novian dan keluarganya hendak bermaksud mengunjungi Kawah Papandayan Garutdengan mengendarai mobil.

Novian berkendara melalui Jalan Pangalengan-Neglawangi Kabupaten Bandung untuk mencari arah dan menggunakan aplikasi peta.

“Akan tetapi bukannya sampai ke tujuan, malah tersesat ke jalan perkebunan teh atau hutan dengan medan jalan tanah dengan bebatuan yang rusak dan sempit”

“Sehingga mobil yang dikendarai sedikit trouble,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6/2019).

Saat menjelang malam, Novian dan keluarga mulai kebingungan.

Beruntung masih ada sinyal seluler yang bisa digunakan.

Novian pun lantas menelfon call center Basarnas untuk meminta pertolongan penjemputan.

Kemudian dari Basarnas menyambungkan ke piket Polsek Kertasari.

“Laporan diterima pada pukul 21.00 WIB, oleh Brigadir Falah, kemudian Brigadir Falah meminta Novian untuk mengirimkan ulang koordinat dimana dirinya tersesat,” jelasnya.

Berbekal informasi tersebut, tiga personel dibantu dua warga Kampung Papandayan, melakukan pencarian wisatawan tersebut.

Sekitar pukul 01.15 WIB dini hari akhirnya Novian beserta keluarga dapat ditemukan.

“Karena kendaraan sedikit trouble dan mobil harus didorong, petugas kepolisian bersama warga menyisir jalan yang berlobang dan berbatu untuk dirapihkan agar mobil bisa melintas menuju ke jalan utama,” jelasnya.

Kapolsek Kertasari, Ipda Yoni Agustina mengimbau kepada wisatawan atau pemudik yang akan menuju tempat tujuan untuk lebih berhati-hati ketika hendak melakukan perjalanan.

Petugas tengah membantu kendaraan wisatawan asal Tangerang yang tersesat di perkebunan teh

“Jangan terlalu percaya sepenuhnya pada aplikasi ponsel. Wilayah Kertasari yang bergunung-gunung sering menyebabkan aplikasi ponsel yang menggunakan sinyal internet sering terganggu.

Jika ragu, lebih baik tanyakan langsung ke kantor polisi,” katanya.

Berkendara Pakai GPS

Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi (MK) menerangkan jika mengemudi sambil melihat GPS di telepon genggam bisa diancam pidana penjara atau tilang.

Menurut MK jika penggunaan GPS bisa membuat konsentrasi pengemudi terganggu saat berkendara. 
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi pun ikut bicara menanggapi hal tersebut.

Meurut Kompol Herman hal tersebut sudah tepat dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 1.

“Itu masuk pada pasal 106 ayat 1 UU LLAJ berbicara masalah kosentrasi saat berkendara, di mana dendanya kalau tidak salah dikenakan Rp 500 ribu,” ujar Kompol Herman kepada GridOto.com di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

“Jika berbicara masalah kosentrasi saat berkendara berarti membahayakan dan merugikan banyak orang. Jadi perangkap hukumnya undang-undang lalu lintas yang bisa dikenakan pasal 106,” sambungnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.