Melihat Keseruan Panen Lumbung Pangan Baznas di Desa Mulyajaya

oleh -961 Dilihat

Panen raya jagung di Desa Mulyajaya, Banjarwangi. (Foto: Pemda Garut)

Banjarwangi – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Pemda Garut melaksanakan panen raya jagung hari ini. Bupati Rudy Gunawan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Panen raya jagung dari kelompok Tani Mentari Pagi Darussyifa ini, berlangsung Kamis, 8 Juni 2023 pagi tadi, di Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Baznas RI Rizaludin Kurniawan dan Bupati Garut Rudy Gunawan. Selain itu, Forkopimda Garut juga ikut hadir.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengapresiasi program ini. Terlebih, Desa Mulyajaya merupakan salah satu desa yang masuk desil I di Kabupaten Garut.

Bupati menilai jika program ini, merupakan terobosan Baznas yang dilaksanakan dalam waktu yang terstruktur sehingga menghasilkan petani yang mandiri.

“Di sini ada 50 kelompok tani yang mengelola lahan pertanian seluas 50 hektare. Program ini adalah bantuan bagi kelompok tani dan bisa memberikan dampak peningkatan pendapatan masyarakat miskin,” ucap Rudy Gunawan.

Komoditas jagung, kata Rudy, dipilih agar bisa panen lebih banyak dalam satu tahun. Hal itu otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi para penggarapnya.

“Jadi kalau Rp 100 juta per tahun, ini kelompok ada beberapa orang ya, ini akan meningkatkan pendapatan lebih dari Rp 2,5 juta per keluarga,” ucap Rudy.

Di momen panen raya yang dilaksanakan Kepala Baznas RI dan jajaran Forkopimda Garut, menghasilkan sebanyak 7 ton jagung.

“Hasilnya mereka akan jual dengan harga yang baik. Setelah itu, dilakukan lagi penanaman kembali dengan menggunakan uang itu dan diawasi. Lebihnya diambil silakan untuk mereka hidup dengan keluarga,” ungkap Rudy.

Rizaludin Kurniawan mengungkapkan apresiasi yang tinggi, karena para petani di Mulyajaya dianggap sangat amanah dalam mengelola lahan dan pertanian.

Selain di Kabupaten Garut, Baznas juga membuka program serupa di beberapa daerah lain. Mulai dari Lampung, Jawa Tengah, hingga Gorontalo.

“Bantuan ini sebenarnya total hampir Rp 1 miliar. Tapi, kita tidak memberikan uang langsung. Jadi, kita memberikan bibit, memberikan pendampingan, memberikan pelatihan full,” ujar Rizal.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.