Pemkab Garut Luncurkan  Beras Bersubsidi Lewat Operasi Pasar Murah 

oleh -1678 Dilihat

Karangpawitan – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut menggelar launching Operasi Pasar Murah (OPM) Beras Bersubsidi.

Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, bertempat di Aula Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jumat 22 September 2023.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyatakan bahwa OPM ini merupakan bentuk bantuan kepada masyarakat di tengah kenaikan harga beras. Selain OPM, pemerintah daerah sebelumnya juga telah memberikan beras gratis kepada masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Garut, jumlah keseluruhan sebanyak 230 ton beras yang disalurkan, terdiri dari 100 ton dari pusat dan 130 ton beras murah dari Pemkab Garut.

Wabup menjelaskan bahwa OPM ini mencakup 19 kecamatan dan 52 desa yang terdampak kekeringan. Harapannya, masyarakat terbantu melalui program ini, terutama mereka yang tergolong masyarakat miskin ekstrem.

“Yang masyarakat ekstrem ini jangan sampai mereka memang sudah miskin ekstrem, kemudian mereka merasa kesulitan, merasa tidak ada yang memperhatikan, nah ini mudah-mudahan dengan ini bisa membantu masyarakat miskin ekstrem,” ucapnya.

Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, menjelaskan, OPM ini merupakan respons darurat terhadap bencana kekeringan di Kabupaten Garut. Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah di 19 kecamatan terdampak bencana kekeringan.

“Dan tentu melalui OPM ini pemerintah daerah memberikan subsidi untuk masing-masing paket beras yang diberikan,” katanya.

Setiap desa akan menerima 500 paket subsidi beras dengan harga jual Rp33.500 per paket, sekitar Rp7.000 lebih murah dari harga normal. Ridwan menekankan bahwa beras yang didistribusikan adalah kualitas premium.

“Paling tidak warga masyarakat miskin yang masih memiliki daya beli itu dapat diringankan bebannya dengan adanya subsidi,” katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk memastikan penerima manfaat dari OPM ini terdata dengan baik. Harapannya, program ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Garut di tengah kenaikan harga beras di pasaran lokal.

“Jadi yang 500 itu sudah tertera datanya nanti siapa penerima manfaat, dan itu nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan tim pendistribusian tingkat kecamatan dan juga desa,” lanjutnya.

Ia berharap, melalui OPM ini dapat meringankan beban masyarakat di Kabupaten Garut khususnya yang terdampak bencana kekeringan di 19 kecamatan, sehingga masyarakat yang masih memiliki daya beli bisa dengan mudah membeli beras dengan harga yang murah mengingat saat ini harga beras sedang melambung.

“Saat ini kami pantau ada kenaikan harga beras yang cukup signifikan di beberapa pasar rakyat di Kabupaten Garut, tentu apabila sudah masuk di warung-warung di pengecer itu akan naik lagi harga pasaran sekarang di pasar induk di Pasar Guntur saja sudah menembus di angka 15 ribu per kilonya,” katanya.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.