Pemkab Garut Raih Dua Penghargaan di Festival Literasi Digital Jabar 2023

oleh -952 Dilihat

Perwakilan Diskominfo Garut menerima penghargaan. (Foto: Pemkab Garut)

Bandung – Kabupaten Garut mendapatkan dua penghargaan terkait literasi digital. Penghargaan ini, didapatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang dianggap berprestasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Penghargaan ini, diberikan dalam acara Festival Literasi Digital (Viral) Jawa Barat 2023, yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu, 2 September 2023. Dalam kegiatan ini, Pemkab Garut diketahui diwakili Kepala Dinas Kominfo Margiyanto serta Kabid Informasi dan Komunikasi Yeni Yunita.

Dalam acara yang dianggap bergengsi tersebut, Pemkab Garut berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus. Penghargaan diterima langsung Margiyanto. Dua penghargaan yang diraih, adalah Contributor Kabupaten of The Year dan Kabupaten Anti Hoax of The Year.

Penghargaan Contributor Kabupaten of The Year menjadi bukti nyata atas kontribusi luar biasa yang diberikan oleh Pemkab Garut dalam dunia literasi digital. Kabupaten Garut juga meraih gelar Kabupaten Anti Hoax of The Year, menegaskan tekad kuat untuk melawan penyebaran berita palsu atau hoaks.

Selain dua penghargaan itu, Akbar Sabarno dan Usup Supriatna dari Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang meraih penghargaan untuk kategori Pembudidaya Ikan Terpilih pada Sayembara Desa Digital Perikanan.

Margiyanto dengan rasa bangga menerima penghargaan tersebut. Ia mengungkapkan penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh tim Diskominfo Kabupaten Garut untuk terus meningkatkan kinerja mereka dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada SKPD dan masyarakat.

“Dan terutama juga terkait dengan pelayanan kepada SKPD maupun kepada masyarakat, sesuai dengan tugas dan fungsinya Diskominfo Kabupaten Garut,” ujar Kadiskominfo saat diwawancara seusai acara VIRAL Jabar 2023.

Ia menambahkan bahwa target ke depan adalah terus berupaya meningkatkan kapasitas mereka di berbagai aspek untuk meraih penghargaan lebih banyak lagi. Prestasi ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Garut dalam literasi digital dan sebagai pelopor dalam melawan penyebaran informasi palsu di era digital.

Margiyanto juga mengungkapkan target ke depan, tidak hanya aspek yang berhubungan dengan kehumasan arau komunikasi publik saja yang mendapatkan penghargaan, tetapi hal yang berhubungan dengan pengembangan aplikasi dan teknologi, aspek statistik, hingga keamanan informasi juga bisa meningkat.

“Target ke depan tentu saya berharap, tidak hanya aspek yang berhubungan dengan kehumasan maupun komunikasi publik, tetapi juga yang berhubungan dengan pengembangan aplikasi dan teknologi Informatika, lalu terkait dengan keamanan informasi juga jika kita harus semakin meningkat, agar kita mendapatkan penghargaan-penghargaan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Ika Mardiah, mengemukakan pandangannya tentang literasi digital yang lebih mendalam.

Ika Mardiah menekankan bahwa literasi digital tidak hanya tentang kemampuan menguasai atau mengoperasikan perangkat elektronik (gadget). Menurutnya, literasi digital memiliki empat pilar penting, yaitu kemampuan (skill), etika, budaya, dan yang sangat krusial, keamanan digital.

“Dan saya kira yang paling rendah di kita itu keamanan digital, meskipun dari sisi etika katanya etika netizen kita kurang bagus atau apa, tapi sekarang yang penting menurut saya, tentunya selain yang lainnya juga, (yaitu) keamanan digital,” ungkapnya fajam perbincangan Podcast Oral (Obrolan Viral) di VIRAL Jabar 2023.

Ia mengingatkan, dalam era digital ini, kita seringkali terlalu mudah mengklik tautan atau mengunduh kiriman tanpa berpikir panjang. Padahal, tindakan sembrono seperti itu bisa membahayakan keamanan data pribadi, termasuk paparan terhadap spam, virus, phising, spam, dan ancaman-ancaman lainnya.

Ika Mardiah juga menyoroti tren berbahaya dalam keamanan digital, seperti penawaran judi online ilegal, investasi online ilegal, dan layanan pinjaman online ilegal (pinjol ilegal) yang marak saat ini. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman-ancaman digital yang bisa merugikan.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.