Polisi Buru Penadah Daging Hewan Ternak Curian Komplotan Banjarwangi

oleh -936 Dilihat

Banjarwangi – Polres Garut sedang memburu pelaku lainnya, dalam kasus pencurian belasan ekor kerbau dan sapi, yang meresahkan masyarakat Garut, khususnya di wilayah selatan dalam dua tahun belakangan ini. Petugas sedang menghimpun keterangan dan bukti lain, untuk mengungkap tuntas kasus tersebut.

Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, saat ini penyidik dari Sat Reskrim Polres Garut sedang melakukan pengembangan, pasca ditangkapnya 7 orang pelaku dalam kasus pencurian hewan ternak di Banjarwangi beberapa waktu lalu.

“Kita akan terus kembangkan, tidak berhenti sampai di sini,” kata Rio.

Rio mengatakan, salah satu yang sedang didalami oleh anggotanya, adalah penadah barang hasil curian, yang selama ini menampung daging hewan ternak hasil curian ketujuh orang komplotan maling ini.

“Sedang kita lakukan pendalaman. Pengakuannya mereka menjual ke wilayah Bandung,” katanya.

Selain itu, polisi juga sedang mendalami adanya korban lain dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, petugas diketahui baru mengantongi 11 tempat kejadian perkara (TKP) pencurian hewan ternak dengan modus serupa di wilayah Garut selatan hingga Tasikmalaya. Polisi melihat korban masih berpotensi bertambah.

“Pengakuannya ada sekitar 15 ekor yang sudah dicuri. Tapi, mereka mengaku sudah dua tahun mencuri. Satu malam bisa dua ekor yang dieksekusi. Makanya masih kita terus dalami,” ujar Rio.

Kasus pencurian hewan ternak yang selama ini meresahkan warga Garut berhasil diungkap polisi belum lama ini. Pengungkapan kasus itu, bermula dari kejadian pencurian kerbau, yang bangkainya ditemukan di sebuah hutan di kawasan Banjarwangi, pada tanggal 19 Mei 2023 lalu.

Setelah didalami, polisi berhasil mengendus satu-persatu pelaku pencurian itu. Upaya pengungkapan, kemudian dilakukan dengan menangkap tujuh orang tersangka pada Jumat, 28 April lalu. Ketujuh orang pelaku ditangkap tim gabungan dari Sancang Polres Garut dan Polsek Banjarwangi.

Aksi pencurian yang dilakukan kawanan ini, tergolong unik. Mereka diketahui mencuri hewan ternak yang ada di perkebunan warga, kemudian membawanya ke hutan. Di lokasi yang sepi, para pelaku ini langsung mengeksekusi hewan tersebut, untuk diambil dagingnya saja. Sedangkan bagian kepala, tulang hingga kaki, ditinggal begitu saja di lokasi.

Polisi menjerat para pelaku, dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ketujuh pelaku terancam mendekam di balik jeruji besi selama 9 tahun.

“Kecuali pelaku utama, inisial S, hukumannya ditambah satu pertiga, karena merupakan residivis,” tukas Rio.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.