Pria Bertato Ngamuk di Rumah Tetangga Usai Tak Terima Kakeknya Dicuekin

oleh -835 Dilihat

Ilustrasi tersangka Polres Garut. (Foto: Garut Update)

Tarogong Kaler -Seorang pria bertato di Garut mengamuk di depan rumah tetangga. Penyebabnya, pria ini marah karena kakeknya dicuekin saat mengambil sampah.

Insiden ini berlangsung di Kampung Pangkalan, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, pada Kamis (10/8/2023) kemarin.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Sona Rahadian Amus menjelaskan, kejadian bermula saat Asep, yang tak lain adalah kakek dari pria bertato inisial AE mengunjungi rumah salah satu tetangganya, dengan maksud hendak membawa sampah.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, kakek pelaku ini datang untuk mengambil sampah. Di momen yang sama, ada seorang warga yang bertamu ke rumah tetangga itu,” kata Sona kepada detikJabar, Jumat (11/8/2023).

Sang tamu, datang dengan menggunakan kendaraan roda empat. Lantaran gerobak sampah yang dibawa Asep menghalangi tempat untuk parkir, sang tamu kemudian meminta Asep untuk memindahkan gerobaknya.

Asep kemudian mengiyakan. Setelah gerobak dipindah, Asep kemudian berpesan kepada sang tamu, agar pemilik rumah menyerahkan sampah untuk diangkut.

Namun, kata Sona, Asep merasa permintaannya itu tidak dihiraukan sang tamu. Menurut penuturan Asep, sang tamu, diketahui malah menutup pintu gerbang menuju rumah dan berlalu.

Asep yang berang, kemudian pergi ke rumahnya dan bertemu dengan sang cucu. Asep, diketahui menceritakan kejadian itu kepada cucunya. AE lantas berang mendengarnya. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengontrog rumah tetangga itu sambil marah-marah.

“Dia datang sambil marah. Kemudian melakukan pengerusakan, dengan menendang dan memukul pagar tetangga,” katanya.

Sambil marah-marah, AE diketahui sempat berteriak di depan rumah tetangga, dengan kalimat Iyeu teh Aki aing. Cik hargaan (Ini kakek saya, tolong hargai).

Aksi mencak-mencak yang dilakukan AE ini, membuat warga setempat resah dan ketakutan. Aksinya itu kemudian diketahui oleh petugas Bhabinkamtibmas yang ada di sana.

AE kemudian langsung dibawa ke Mako Polsek Tarogong Kaler di Jalan Rancabango untuk diperiksa. Menurut Sona, setelah diperiksa penyidik, AE kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta karena beberapa bagian dari pagar rumahnya mengalami kerusakan,” ungkap Sona.

AE dijerat dengan Pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan dan atau Pasal 521 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perusakan dan Penghancuran Barang.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.