Sugiatmi Ceritakan Sebelum Anaknya Meninggal Seminggu Usai Imunisasi MR

oleh -861 Dilihat

Suasana Rumah duka di Kampung Ciawitali, RT 3/15, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

GARUTUPDATE.CO.ID, GARUT – Ayudia Zahrani (2), meninggal dunia diduga usai menjalani imunisasi Measles and Rubela (MR). Anak bungsu dari empat bersaudara itu meninggal pada Minggu (20/10/2019).

Seperti dilansir dari tribunjabar.id, Sugiatmi (37), ibu Ayudia menyebut tak menyalahkan imunisasi sebagai penyebab kematiannya. Ia hanya menduga jika kematian anaknya ada hubungan dengan imunisasi MR yang dilakukan pada Selasa (15/10/2019).

“Saat anak meninggal juga saya tidak kepikiran karena imunisasi. Cuma saya ingin tahu penyebabnya saja. Soalnya setelah imunisasi itu anak saya sehat,” ujar Sugiatmi didampingi suaminya, Suwandi (40) di rumahnya, Senin (21/10).

Tiga hari setelah imunisasi di Puskesmas Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, anaknya masih terlihat sehat. Baru pada hari Jumat (18/10/2019), anaknya mulai alami lemas

“Biasa kan sama saya ikut naik motor jemput kakaknya sekolah. Tapi dari Jumat dan Sabtu itu ngantuk terus. Padahal kan sebelumnya ceria kalau diajak pergi,” ucapnya.

Pada Sabtu siang, anaknya mengalami demam. Ia lalu memberi obat penurun panas. Namun pada malam hari, panasnya tak kunjung turun. Lalu pada Minggu dini hari, Ayudia mengalami kejang-kejang.

“Saya sama suami panik saat anak kejang. Kami bawa ke Klinik Baiturahman. Di sana langsung ditangani di IGD dan dikasih oksigen sama infus,” kata warga Kampung Ciawitali, RT 3/15, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

Sugiatmi menambahkan, saat dirawat anaknya sempat dua kali muntah. Suhu badannya juga sempat turun. Namun sekitar pukul 08.00, nyawa anaknya tak bisa tertolong.

“Sempat sulit nafas juga padahal pakai oksigen. Awalnya itu mau cek laboratorium. Tapi baru buka jam 08.00, anaknya keburu meninggal,” ujarnya.

Sejak bayi, Ayudia rutin mengikuti imunisasi di Puskesmas Haurpanggung. Selama imunisasi, tidak pernah ada keluhan sakit. Saat meninggal, Sugiatmi menyebut jika ada memar di kaki dan leher anaknya. Namun tidak terlalu jelas.

“Makanya tidak ada kepikiran gara-gara imunisasi meninggalnya. Saya juga enggak bilang ke dokter habis imunisasi. Sekarang cuma ingin tahu penyebabnya saja,” ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Garut, Asep Surahman, mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Ayudia terkait imunisasi atau tidak. Pihaknya pun tengah mengumpulkan data sejak imunisasi hingga kematian Ayudia.

“Nanti ada pokja komisi penanggulangan pascaimunisasi. Ada tingkat kabupaten dan provinsi. Nanti pokja itu yang akan menginvestigasi,” ucap Asep usai mengunjungi rumah Ayudia.

Andi Hermansyah, dokter yang menangani Ayudia di Klinik Baiturahman menyebut pihaknya langsung menangani kejang yang dialami Ayudia. Untuk penyebab kematian, Andi belum mengetahuinya.

“Tapi kondisi terakhirnya sudah membiru dan kurang cairan. Saat datang juga sudah dehidrasi. Sebelum dirawat kata ibunya juga minta minum terus,” kata Andi.

Penanganan yang dilakukan dengan memberi infus kepada pasien. Sakit yang diderita Ayudia juga belum diketahui karena tak sempat melakukan uji laboratorium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.