Unkris Akan Berikan Beasiswa Untuk Yatim Piatu dan Hafiz Quran di Garut

oleh -981 Dilihat

Penandatanganan MoU Unkris dengan Pemkab Garut. (Foto: Pemkab Garut)

Garut Kota – Universitas Krisnadwipayana dari Bekasi mengadakan kerjasama dengan Pemkab Garut. Salah satu hal yang akan dilakukan, mereka akan memberikan beasiswa bagi masyarakat Garut dengan kategori tertentu.

Kerjasama ini diresmikan, usai perwakilan Unkris bertemu dengan Pemkab Garut yang langsung dikomandoi Bupati Rudy Gunawan, di Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu, 29 Juli 2023.

Kerjasama ini, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Rektor Unkris Ayub Muktiono dan Bupati Rudy Gunawan pada momen pertemuan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Rudy menyambut baik kerjasama ini dan menyoroti manfaatnya bagi Pemkab Garut, khususnya dalam mendukung penyusunan Peraturan Daerah (Perda), karena pihaknya memerlukan naskah akademik agar bisa menjalankan sebuah Peraturan Daerah (Perda).

“Jadi penandatanganan itu kerja sama secara keseluruhan, kita bertahap meskipun saya nanti tidak jadi Bupati ini berlaku untuk 5 tahun ke depan, dan saya kira ini sangat diperlukan karena Unkris responsif,” ujar Rudy.

Rektor Unkris juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kerja sama ini dan berkomitmen untuk menyediakan beasiswa bagi siswa SMA/SMK di Kabupaten Garut yang akan melanjutkan kuliah di Unkris. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada siswa yang berprestasi, yatim piatu dan dhuafa, serta para tahfiz Quran.

“Jadi setelah ada MoU itu bisa ditindaklanjuti dengan hal-hal yang positif seperti itu, jadi kami juga terbuka dan memberikan beasiswa,” tutur Rektor Unkris.

Selain itu, Unkris dan Pemkab Garut juga bekerja sama dalam penerapan Metode Well-Being untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Garut. Metode ini menilai persepsi, partisipasi, dan akseptabilitas masyarakat secara langsung, dan telah diawali dengan kajian, riset, serta edukasi terkait pernikahan dini dan KDRT.

“Dan tadi sudah diawali dengan melakukan kajian, riset, dan sekaligus edukasi untuk pernikahan dini dan KDRT, jadi itu langsung kita gerak cepat untuk melaksanakan itu, mungkin 1-2 minggu ini hasilnya ada untuk kepentingan kebijakan,” ungkapnya.

Kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi demi kemajuan masyarakat Kabupaten Garut, dengan siapapun Bupatinya di masa depan.

“Dan untuk MoU berikutnya walaupun barangkali nanti Bupatinya siapa pun kita tetap akan terbuka untuk kemaslahatan dan untuk kebaikan kemajuan masyarakat khususnya Kabupaten Garut,” tandasnya.

(Abd/Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.